Selasa, 22 Agustus 2023

Ormas Dapat Memberi Pengaruh Positif Bagi Masyarakat Karena Dapat Menjadi

Ortom Muhammadiyah: Awal Terbentuknya Melalui Pengajian Sapa Tresno

Organisasi kepemudaan Muhammadiyah, atau yang lebih dikenal dengan istilah Ortom (Organisasi Otonom) Muhammadiyah, memiliki sejarah panjang yang mengawali terbentuknya melalui pengajian Sapa Tresno. Pengajian ini menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan dan perkembangan organisasi kepemudaan di bawah naungan Muhammadiyah.

Pengajian Sapa Tresno sendiri merupakan inisiatif dari KH Ahmad Dahlan, pendiri Muhammadiyah, sebagai upaya untuk mengajak dan mendidik para pemuda agar memiliki pemahaman yang benar tentang Islam serta semangat berjuang untuk kemajuan umat dan bangsa. Pengajian ini diadakan pada tanggal 2 September 1912 di rumah KH Ahmad Dahlan di Kampung Gejayan, Yogyakarta.

Pada awalnya, pengajian Sapa Tresno hanya diikuti oleh beberapa pemuda yang memiliki semangat belajar dan berjuang di bawah naungan Muhammadiyah. Namun, semakin lama, pengajian ini semakin populer dan menarik minat pemuda-pemuda lain yang ingin mendalami Islam dan berkontribusi dalam perjuangan umat.

Melalui pengajian Sapa Tresno, pemuda-pemuda Muhammadiyah belajar tentang ajaran Islam yang murni, nilai-nilai keagamaan, serta semangat berjuang untuk memajukan umat dan bangsa. Mereka juga mendiskusikan berbagai isu dan masalah sosial yang dihadapi umat Muslim pada masa itu, seperti kemiskinan, pendidikan, kesehatan, dan keadilan sosial.

Pengajian Sapa Tresno menjadi wadah untuk mengasah keilmuan, semangat kepemimpinan, dan kepedulian sosial pemuda-pemuda Muhammadiyah. Melalui pengajian ini, mereka belajar untuk menjadi generasi muda yang berpikiran kritis, aktif dalam berorganisasi, dan berjuang untuk perubahan positif di masyarakat.

Seiring perkembangan waktu, pengajian Sapa Tresno menjadi landasan bagi terbentuknya organisasi kepemudaan Muhammadiyah yang lebih terstruktur dan formal. Ortom Muhammadiyah didirikan dengan tujuan untuk memberikan ruang dan kesempatan bagi pemuda-pemuda Muhammadiyah dalam mengembangkan potensi, pemahaman agama, serta keterampilan kepemimpinan mereka.

Ortom Muhammadiyah menjadi tempat bagi pemuda-pemuda Muhammadiyah untuk berdiskusi, berbagi pengalaman, dan mengembangkan berbagai program dan kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas diri, keagamaan, dan kesejahteraan umat. Ortom Muhammadiyah juga menjadi wadah untuk mengasah kemampuan organisasi, kepemimpinan, serta berpartisipasi dalam berbagai kegiatan sosial, pendidikan, dan pengembangan masyarakat.

Dalam perjalanan sejarahnya, Ortom Muhammadiyah terus berkembang dan melahirkan berbagai jenis organisasi kepemudaan di bawahnya, seperti Pemuda Muhammadiyah, Mahasiswa Muhammadiyah, dan Pemudi Muhammadiyah. Semua ini bertujuan untuk mengakomodasi kepentingan dan potensi pemuda Muhammadiyah dalam berkontribusi bagi kemajuan dan kesejahteraan bangsa.

Pengajian Sapa Tresno dan berdirinya Ortom Muhammadiyah telah memberikan kontribusi yang besar dalam perkembangan organisasi kepemudaan di Indonesia. Melalui nilai-nilai Islam yang diajarkan dalam pengajian tersebut, Ortom Muhammadiyah terus menjadi motor penggerak pemuda-pemuda Muhammadiyah untuk berjuang dalam meningkatkan kebaikan, keadilan, dan kesejahteraan umat dan bangsa.